PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

Authors

  • Kukuh Bianto Sudibyo
  • Benny Setia

Abstract

Penelitian ini berupaya menjelaskan bahwa Iklim Organisasi dan Budaya Organisasi dapat mempengaruhi Kinerja Pegawai Kantor Satuan Polisi Pamong Praja di Kabupaten Kotawaringin Timur. Penelitian ini dilakukan pada Pegawai Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling yaitu teknik sampling suatu cara pengambilan sampel dimana tiap unsur yang membentuk populasi diberi kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Dan data di uji dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji hipotesis dan uji analisis data penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda, analisis koefisien korelasi dan analisis koefisien determinasi. Berdasarkan hasil uji hipotesis pada penelitian ini adalah uji t untuk variabel Iklim Organisasi (X1) yaitu t hitung = 4,881 > t tabel = 1,985 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak artinya terdapat pengaruh signifikan antara Iklim Organisasi terhadap Kinerja Pegawai. Sedangkan uji t untuk variabel Budaya Organisasi (X2) yaitu t hitung = 8,005 > t tabel = 1,985 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 artinya terdapat pengaruh signifikan antara Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai. Kemudian untuk hasil uji F nilai F hitung = 118,221 > F tabel = 3,10 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 artinya secara simultan Iklim Organisasi dan Budaya Organisasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Angka R sebesar 0,848 menunjukkan hubungan/korelasi antara Kinerja Pegawai dengan variabel bebasnya adalah sangat kuat (Signifikan) pengaruhnya sebesar 84,8%. R square sebesar 0,720 artinya 72% variabel Kinerja Pegawai (Y) dapat diterangkan oleh variabel Iklim Organisasi (X1) dan Budaya Organisasi (X2). Sedangkan sisanya sebesar 28% dipengaruhi variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam penelitian ini seperti Motivasi Kerja, Disiplin Kerja, Gaya Kepemimpinan, Kompensasi dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda diperoleh persamaan Y = 3,126 + 0,291 X1 + 0,497 X2 artinya skor/nilai konstanta (α) menunjukkan apabila tidak ada kenaikan variabel iklim organisasi dan budaya organisasi maka nilai Kinerja Pegawai adalah sebesar 3,126 (nilai Y pada persamaan linier). Dan setiap penambahan satu skor/nilai variabel iklim organisasi memberikan kenaikan sebesar 0,291 terhadap Kinerja Pegawai dengan syarat X2 tetap serta setiap penambahan satu skor/nilai variabel budaya organisasi memberikan kenaikan yang sama sebesar 0,497 terhadap Kinerja Pegawai dengan syarat X1 tetap. Berdasarkan uraian di atas bahwa dengan adanya iklim organisasi (X1) yang kondusif dan disertai budaya organisasi (X2) yang kuat maka dapat meningkatkan Kinerja Pegawai (Y) secara optimal.

Downloads

Published

2020-08-06

Issue

Section

Articles